“Qa’ah Dikalahkan Oleh Zaman”

PMMU : Yayasan Misbahul Ulum melalui Kabid Pembangunan mulai memisahkan atap dari tiang, merobohkan dinding ke lantai bangunan bersejarah di Misbahul Ulum “Al Qa’atuj Ijtima’iah” sebutan santri di PMMU. Lebih kurang 7 generasi di wisudakan di tempat ini, 200 hingga 500 acara telah di gelar didalam bangunan sederhana ini, 2000 -an santri memulai karirnya di bawah atap pelepah rumbia gedung ini ungkap salah seorang Majlis Guru di PMMU.
Senin, 20 Februari 2017 tepatnya pukul 08.30 WIB pagi para tukang melepaskan pelepah rumbia, perlahan-lahan tapi pasti satu-persatu bahagian dari bangunan tersebut di turunkan. Laksana manusia yang sudah tua harus perlahan-lahan karena lapuknya kayu termakan oleh zaman, walau pun demikian harus dengan hati-hati dalam pembongkarannya prosesnya berjalan lancar tanpa ada kendala sedikit pun.
Berdampingin dengan masjid Al-Hasyimiah(dulunya masjid Fatimatul Basrah) dikawasan putri bangunan serbaguna ini didirikan lebih kurang sejak 26 tahun silam sehingga ribuan kenangan tergores di dinding angin bangunan ini, ratusan hingga ribuan karya terciptakan dipanggungnya sehingga dinding panggungnya rapuh oleh paku-paku santri yang selalu tertancap silih berganti karena pemasangan dan pelepasan background.
Faktor zaman membuat ornamen-ornamen bangunan ini menurun fungsinya, rapuhnya tiang-tiang pengebab tidak bisa terenovasi atap rumbinya yang sudah sangat mengering, merupakan pengebab utama perobohan bangunan bersejarah ini. “Walau pun fisiknya dirobohkan akan tetapi kenangan di bangunan itu tidak akan terhapuskan” komentar Direktur PMMU Dr. Hamdani Khalifah MA dalam posting salah seorang ustaz misbahul ulum di Facebook. Lalu beliau pun menambahkan “Insyaallah ditempat tersebut akan dibangun kantor majlis guru”.(sz)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *